Lainnya

Resume PKKMB UNILA 2026

Grow = berkembang Connect = membangun relasi Impact = memberi dampak Mahasiswa = Agent of Change, Social Control, Iron Stock Bela negara = menjaga persatuan + kritis terhadap hoaks + bijak menggunakan teknologi Integritas = jujur, anti-plagiarisme, bertanggung jawab Kuliah = mandiri, aktif, disiplin, dan bertanggung jawab.

Review Materi PKKMB Unila day 1-4
21 menit baca

1. Pengukuhan Mahasiswa Baru dan UNILA Next Gen

Mahasiswa baru Universitas Lampung secara resmi dikukuhkan oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Pengukuhan menjadi tanda dimulainya perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Lampung.

Tema “UNILA Next Gen: Grow, Connect, Impact” memiliki tiga makna utama:

Grow, yaitu terus belajar, meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Connect, yaitu membangun hubungan dan jaringan dengan sesama mahasiswa, dosen, masyarakat, serta berbagai pihak dari latar belakang yang berbeda.

Impact, yaitu memberikan manfaat dan menghasilkan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, daerah, dan bangsa.

Mahasiswa Unila diharapkan tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

2. Dari Kampus untuk Lampung: Mahasiswa Berdampak bagi Daerah

Materi ini menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Lampung memiliki berbagai potensi sumber daya alam dan komoditas seperti singkong, tebu, kopi, lada, jagung, dan padi.

Mahasiswa diharapkan mampu melihat potensi tersebut sebagai peluang untuk menghasilkan inovasi dan memberikan solusi terhadap permasalahan daerah. Kemajuan Lampung tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjadi agent of change, memiliki pola pikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi daerah sehingga dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

3. Kode Etik dan Kewajiban Mahasiswa

Sebagai mahasiswa Unila, terdapat aturan dan kewajiban yang harus dipatuhi. Mahasiswa harus menjaga sikap, etika, serta nama baik almamater.

Beberapa hal yang ditekankan antara lain:

Menaati peraturan dan tata tertib Universitas Lampung.

Menjunjung tinggi sopan santun dan etika.

Menghargai perbedaan pendapat, suku, agama, budaya, dan latar belakang.

Menjaga persatuan dan tidak melakukan tindakan yang mengandung SARA.

Menjaga nama baik Universitas Lampung.

Belajar dengan tekun dan bertanggung jawab.

Menyelesaikan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

Memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, termasuk kewajiban administrasi dan pendidikan.

Kode etik diperlukan agar kehidupan akademik berlangsung dengan tertib, aman, dan saling menghargai.

4. Bela Negara dan Peran Mahasiswa

Bela negara tidak hanya dilakukan melalui kegiatan militer. Sebagai mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati hukum, berprestasi, menjaga lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Mahasiswa memiliki posisi penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki rasa cinta tanah air, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitarnya.

5. Literasi Digital dan Keamanan di Dunia Maya

Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab.

Di era digital, mahasiswa harus mampu membedakan informasi yang benar dan salah serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Tidak menyebarkan hoaks.

Tidak melakukan cyberbullying.

Tidak melakukan pencemaran nama baik.

Menjaga privasi dan keamanan data pribadi.

Berpikir sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu.

Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Memahami bahwa aktivitas di dunia digital juga memiliki konsekuensi hukum.

6. Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Universitas Lampung juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Mahasiswa harus ikut mencegah berbagai bentuk kekerasan, seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, intoleransi, dan tindakan diskriminatif.

Mahasiswa diharapkan berani menolak kekerasan, menghargai orang lain, serta melaporkan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan melalui mekanisme yang tersedia di lingkungan kampus.

7. Safety Induction dan Keselamatan Kampus

Mahasiswa diperkenalkan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama dalam menghadapi keadaan darurat di lingkungan kampus.

Beberapa hal yang perlu diketahui adalah:

Mengetahui jalur evakuasi.

Mengetahui lokasi assembly point.

Memahami penggunaan fasilitas keselamatan seperti APAR.

Mengikuti instruksi petugas ketika terjadi keadaan darurat.

Tidak panik dan tetap tertib ketika melakukan evakuasi.

Menjaga lingkungan kampus agar tetap aman.

Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga setiap mahasiswa harus mengetahui prosedur yang berlaku.

8. Pengembangan Diri dan Potensi Mahasiswa

Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan nonakademik seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, organisasi, dan kemampuan beradaptasi.

Mahasiswa dianjurkan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di kampus untuk mengembangkan minat, bakat, prestasi, dan pengalaman.

Kesimpulan

Materi PKKMB Hari Pertama Universitas Lampung 2026 memberikan gambaran bahwa menjadi mahasiswa merupakan sebuah tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk berkembang. Melalui semangat Grow, Connect, Impact, mahasiswa diharapkan terus mengembangkan diri, membangun relasi yang positif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa Unila, kita tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, etika, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, literasi digital, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan daerah. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi Lampung dan Indonesia.

Jika hari pertama lebih banyak mengenalkan kampus, nilai kebangsaan, etika, dan lingkungan Universitas Lampung, maka hari kedua membahas bagaimana mahasiswa dapat menjalani kehidupan akademik dan nonakademik secara seimbang.

1. Tumbuh Bersama di Kota Kampus

Materi ini memperkenalkan Kota Bandar Lampung sebagai lingkungan tempat mahasiswa menjalani kehidupan selama berkuliah di Universitas Lampung.

Mahasiswa tidak hanya beraktivitas di dalam kampus, tetapi juga akan berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mampu beradaptasi, menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta menghargai budaya dan kehidupan masyarakat di Kota Bandar Lampung.

Mahasiswa juga diharapkan tidak hanya menjadi pendatang yang belajar di Bandar Lampung, tetapi mampu memberikan kontribusi positif melalui pemikiran, inovasi, dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

2. Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

Memasuki perguruan tinggi berarti mahasiswa harus lebih mandiri dalam mengatur proses belajarnya. Berbeda dengan sekolah, mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap kehadiran, tugas, waktu belajar, dan pencapaian akademiknya.

Mahasiswa perlu memahami sistem perkuliahan, termasuk Satuan Kredit Semester (SKS), Kartu Rencana Studi (KRS), Indeks Prestasi (IP), dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Manajemen waktu juga penting agar mahasiswa dapat menyeimbangkan kuliah dengan kegiatan lainnya.

Di era perkembangan teknologi, mahasiswa juga perlu memahami penggunaan Artificial Intelligence (AI). AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mencari ide, memahami materi, melakukan riset, dan membantu proses belajar. Namun, AI tidak boleh digunakan untuk menggantikan proses berpikir mahasiswa atau melakukan kecurangan akademik.

Penggunaan AI harus tetap memperhatikan:

Kejujuran akademik.

Kemampuan berpikir kritis.

Verifikasi informasi.

Pencantuman sumber.

Perlindungan data pribadi.

Tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan sendiri.

Dengan demikian, teknologi dapat membantu mahasiswa berkembang tanpa menghilangkan integritas akademik.

3. Connect & Impact: Organisasi, Prestasi, dan Mental Health

Materi ini mengajarkan mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga mengembangkan diri melalui organisasi, prestasi, dan kegiatan kemahasiswaan.

Connect berarti membangun relasi dan jaringan dengan mahasiswa lain, dosen, organisasi, maupun masyarakat. Organisasi dapat menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan manajemen waktu.

Impact berarti menghasilkan prestasi dan memberikan kontribusi positif. Mahasiswa didorong untuk mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Universitas juga memberikan dukungan terhadap mahasiswa yang berprestasi.

Selain itu, mahasiswa perlu memperhatikan kesehatan mental. Kehidupan perkuliahan dapat memberikan tekanan sehingga mahasiswa perlu mampu mengenali emosi, mengelola stres, membangun support system, dan tidak ragu meminta bantuan ketika mengalami kesulitan.

Kehidupan mahasiswa perlu dijalani secara seimbang antara akademik, organisasi, kehidupan sosial, dan waktu untuk diri sendiri

4. Beasiswa Universitas Lampung

Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai kesempatan beasiswa yang dapat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

Beasiswa dapat diperoleh berdasarkan berbagai kriteria, seperti prestasi akademik, prestasi nonakademik, kondisi ekonomi, maupun persyaratan khusus dari pemberi beasiswa.

Beberapa contoh beasiswa yang diperkenalkan dalam rangkaian PKKMB antara lain KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia, BSI Scholarship, Djarum, Yayasan Salim, serta berbagai program dari pemerintah dan pihak swasta.

Mahasiswa perlu aktif mencari informasi mengenai persyaratan, jadwal pendaftaran, dan ketentuan masing-masing program. Dengan adanya beasiswa, mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun mahasiswa berprestasi tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendidikannya.

5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari narkoba. Penyalahgunaan narkotika dapat merusak kesehatan, masa depan, pendidikan, serta kehidupan sosial seseorang.

Mahasiswa harus memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba, tidak menyalahgunakannya, dan berani menolak ajakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Universitas Lampung juga memiliki upaya pencegahan melalui Satgas P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

6. Layanan Kesehatan dan Klinik Universitas Lampung

Mahasiswa diperkenalkan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di Universitas Lampung. Keberadaan layanan kesehatan menjadi salah satu bentuk dukungan kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa.

Mahasiswa diharapkan tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama menjalani perkuliahan. Ketika mengalami gangguan kesehatan, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas dan layanan kesehatan yang tersedia sesuai dengan ketentuan.

Kesehatan fisik dan mental merupakan bagian penting dari keberhasilan mahasiswa dalam menjalani pendidikan.

7. Organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa

Hari kedua juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Lampung.

Organisasi dan UKM menjadi wadah untuk mengembangkan minat, bakat, kemampuan, pengalaman, serta jaringan pertemanan. Mahasiswa dapat memilih kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuannya, seperti bidang olahraga, seni, kerohanian, kepemimpinan, sosial, jurnalistik, kewirausahaan, dan kegiatan lainnya.

Beberapa organisasi dan UKM yang diperkenalkan antara lain BEM, DPM, MENWA, Pramuka, KSR PMI, serta berbagai UKM olahraga, seni, kerohanian, jurnalistik, fotografi, pecinta alam, dan kewirausahaan.

Keaktifan dalam organisasi dapat memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Namun, mahasiswa tetap harus mampu mengatur waktu agar kegiatan organisasi tidak mengganggu kewajiban akademik.

Kesimpulan

PKKMB Hari Kedua Universitas Lampung 2026 memberikan pemahaman bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di dalam kelas. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri, menggunakan teknologi dan AI dengan bijak, membangun relasi, mengembangkan prestasi, menjaga kesehatan mental, serta memanfaatkan berbagai fasilitas dan kesempatan yang tersedia di kampus.

Melalui semangat Grow, Connect, Impact, mahasiswa diharapkan terus berkembang, membangun hubungan yang positif, dan memberikan dampak bagi lingkungan. Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membangun pengalaman, karakter, prestasi, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hari Ketiga — Kamis, 13 Agustus 2026

Hari ketiga PKKMB Universitas Lampung dilaksanakan di tingkat fakultas. Bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan FISIP, sistem pembelajaran di perguruan tinggi, sistem perkuliahan, pembimbingan akademik, serta tata krama dan norma kehidupan kampus.

1. Pengenalan FISIP Universitas Lampung

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan FISIP sebagai lingkungan akademik tempat mahasiswa akan menjalani proses pendidikan selama masa perkuliahan.

FISIP Unila memiliki berbagai program studi pada jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Mahasiswa berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, sehingga keberagaman menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan akademik di FISIP.

Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan teman, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh warga kampus. Perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama, tetapi menjadi kesempatan untuk saling belajar.

2. Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Perkuliahan di perguruan tinggi memiliki perbedaan dengan pembelajaran di sekolah menengah. Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.

Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan penjelasan dosen. Mahasiswa perlu aktif membaca buku dan jurnal, mencari referensi, mengikuti perkembangan informasi, berdiskusi, serta berpikir kritis terhadap berbagai permasalahan sosial dan politik.

Dosen berperan sebagai pengajar sekaligus fasilitator, sedangkan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan secara mandiri.

3. Sistem Perkuliahan di FISIP

Mahasiswa baru perlu memahami sistem akademik yang digunakan selama menjalani perkuliahan. Beberapa istilah penting yang harus dipahami antara lain:

SKS (Satuan Kredit Semester), yaitu satuan yang digunakan untuk menunjukkan beban belajar mahasiswa.

KRS (Kartu Rencana Studi), yaitu rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa pada suatu semester.

KHS (Kartu Hasil Studi), yaitu hasil akademik mahasiswa setelah menyelesaikan suatu semester.

IPS (Indeks Prestasi Semester), yaitu nilai prestasi akademik mahasiswa dalam satu semester.

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), yaitu nilai prestasi akademik yang dihitung secara kumulatif dari seluruh semester yang telah ditempuh.

UKT (Uang Kuliah Tunggal), yaitu biaya pendidikan yang dibayarkan mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

SIAKADU, yaitu sistem informasi akademik yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan administrasi dan kegiatan akademik mahasiswa.

Satu SKS memiliki beban belajar 45 jam dalam satu semester, sehingga mahasiswa perlu memahami bahwa proses belajar tidak hanya dilakukan ketika berada di dalam kelas. Untuk program S1, masa studi ideal adalah sekitar 4 tahun dengan 144 SKS, sedangkan program D3 memiliki masa studi ideal sekitar 3 tahun dengan 108 SKS.

4. Pembimbingan Akademik

Dalam menjalani perkuliahan, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA).

DPA berperan membantu mahasiswa dalam merencanakan dan mengevaluasi proses akademiknya. Mahasiswa dapat berkonsultasi mengenai pengambilan mata kuliah, rencana studi, permasalahan akademik, serta berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan studinya.

Mahasiswa juga perlu aktif berkomunikasi dengan DPA dan tidak menunggu sampai mengalami masalah besar. Dalam satu semester, mahasiswa diwajibkan melakukan konsultasi dengan DPA sesuai ketentuan yang dibuat.

5. Integritas Akademik dan Plagiarisme

Sebagai mahasiswa, kejujuran merupakan salah satu nilai yang sangat penting. Mahasiswa harus mengerjakan tugas dan ujian dengan kemampuan sendiri serta menghargai karya orang lain.

Plagiarisme adalah tindakan mengambil atau menggunakan ide, tulisan, data, atau karya orang lain tanpa memberikan pengakuan atau sumber yang semestinya.

Oleh karena itu, mahasiswa harus:

Mencantumkan sumber ketika menggunakan informasi dari orang lain.

Tidak menyalin tugas teman.

Tidak melakukan plagiarisme.

Tidak memalsukan data.

Tidak melakukan kecurangan dalam ujian.

Menggunakan AI secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sebagai sarana untuk melakukan kecurangan akademik.

Integritas akademik harus dibangun sejak awal perkuliahan karena kejujuran merupakan bagian dari karakter seorang mahasiswa.

6. Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus

Mahasiswa FISIP harus mampu menjaga tata krama ketika berinteraksi dengan dosen, tenaga kependidikan, sesama mahasiswa, maupun masyarakat.

Sikap yang perlu diterapkan antara lain berbicara dengan sopan, menghargai pendapat orang lain, menjaga etika ketika berkomunikasi, serta bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.

Dalam lingkungan akademik, mahasiswa juga harus mampu berdiskusi secara sehat. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, terutama di lingkungan FISIP yang mempelajari berbagai persoalan sosial dan politik. Namun, perbedaan tersebut harus disampaikan dengan argumentasi yang baik dan tetap menghormati orang lain.

7. Menjadi Mahasiswa FISIP yang Kritis dan Bertanggung Jawab

Sebagai mahasiswa FISIP, kemampuan berpikir kritis sangat penting. Mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai permasalahan sosial dan politik dari berbagai sudut pandang serta tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Mahasiswa perlu membiasakan diri membaca berita, jurnal, buku, dan berbagai sumber terpercaya. Dengan demikian, mahasiswa dapat membangun kemampuan analisis serta menghasilkan pendapat yang berdasarkan data dan argumentasi.

Selain kritis, mahasiswa juga harus memiliki sikap terbuka, toleran, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

Kesimpulan

PKKMB FISIP Unila Hari Ketiga memberikan pemahaman dasar mengenai kehidupan akademik di lingkungan FISIP. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan fakultas dan sistem perkuliahan, tetapi juga diarahkan untuk menjadi mahasiswa yang mandiri, kritis, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu menghargai keberagaman.

Mahasiswa perlu memahami sistem akademik seperti SKS, KRS, KHS, IPS, IPK, UKT, dan SIAKADU serta memanfaatkan Dosen Pembimbing Akademik sebagai tempat berkonsultasi mengenai perjalanan studi.

Selain kemampuan akademik, tata krama, etika, dan integritas juga menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Dengan membangun kebiasaan belajar yang baik sejak awal, mahasiswa FISIP diharapkan mampu menjalani perkuliahan dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Hari Keempat — Jumat, 14 Agustus 2026

Hari keempat merupakan hari terakhir rangkaian PKKMB Universitas Lampung tahun 2026. Kegiatan di FISIP lebih diarahkan pada pengenalan program studi dan kehidupan mahasiswa di tingkat jurusan. Setelah sebelumnya mahasiswa mengenal Universitas Lampung dan FISIP secara umum, pada hari keempat mahasiswa mulai memahami lebih dekat lingkungan akademik yang akan menjadi tempat mereka belajar dan berkembang selama masa perkuliahan.

1. Pengenalan Program Studi

Mahasiswa baru mendapatkan pengenalan yang lebih mendalam mengenai program studi masing-masing. Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa memahami bidang ilmu yang akan dipelajari, lingkungan akademik, serta berbagai peluang yang dapat dikembangkan selama menjalani perkuliahan.

Sebagai mahasiswa FISIP, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga diharapkan mampu melihat berbagai permasalahan sosial dan politik yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

2. Pengenalan Himpunan Mahasiswa (HIMA)

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) yang berada di masing-masing jurusan/program studi.

HIMA menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk membangun relasi dengan mahasiswa lain dalam satu bidang keilmuan. Melalui HIMA, mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan, diskusi, program kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan sosial.

Keikutsertaan dalam HIMA dapat memberikan pengalaman berorganisasi sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.

3. Budaya Akademik FISIP

Salah satu hal penting yang ditekankan dalam kehidupan akademik FISIP adalah budaya 3M: Membaca, Menulis, dan Meneliti.

Mahasiswa FISIP perlu membiasakan diri membaca berbagai sumber, terutama buku, jurnal, berita, dan literatur yang berkaitan dengan bidang keilmuannya. Dari kegiatan membaca, mahasiswa dapat mengembangkan wawasan dan kemampuan berpikir kritis.

Selanjutnya, mahasiswa perlu belajar menulis secara sistematis dan berdasarkan data. Kemampuan menulis sangat penting karena berbagai tugas perkuliahan akan membutuhkan kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan logis.

Tahap berikutnya adalah meneliti. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ilmu yang dipelajari untuk memahami fenomena dan permasalahan yang ada di masyarakat.

Dengan demikian, budaya akademik FISIP dapat dipahami sebagai proses membaca, berpikir, menulis, meneliti, dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.

4. Pentingnya Kepekaan terhadap Isu Sosial

Sebagai mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mahasiswa dituntut untuk memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Mahasiswa perlu membiasakan diri mengikuti perkembangan berita dan isu aktual, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Hal tersebut penting karena ilmu sosial dan politik sangat berkaitan dengan dinamika masyarakat.

Mahasiswa juga harus mampu membedakan informasi yang benar dan informasi yang tidak dapat dipercaya. Informasi yang diterima perlu diperiksa dan dianalisis sebelum dijadikan dasar dalam menyampaikan pendapat.

Dengan memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berpikir kritis, mahasiswa dapat memberikan pendapat yang lebih objektif dan berdasarkan fakta.

5. Pemanfaatan My FISIP

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan My FISIP, yaitu platform yang mendukung berbagai kebutuhan mahasiswa di lingkungan fakultas.

Platform ini menjadi bagian dari ekosistem digital FISIP yang membantu mahasiswa dalam menjalankan, memantau, dan mengelola aktivitas akademik maupun administrasi secara lebih mandiri.

Mahasiswa perlu memahami dan memanfaatkan layanan digital yang disediakan fakultas karena perkembangan teknologi semakin terintegrasi dengan kehidupan akademik.

6. Pengembangan Diri melalui Organisasi

Selain kegiatan akademik, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengenal berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun jurusan.

Organisasi dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui perkuliahan, seperti:

Kepemimpinan.

Komunikasi.

Kerja sama tim.

Manajemen waktu.

Kreativitas.

Kemampuan menyelesaikan masalah.

Kemampuan membangun relasi.

Mahasiswa dianjurkan memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan serta tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan organisasi dan kewajiban akademik.

7. Penutup PKKMB dan Semangat UNILA Next Gen

Hari keempat sekaligus menjadi penutup rangkaian PKKMB 2026. Selama empat hari, mahasiswa telah mendapatkan pengenalan mengenai Universitas Lampung, kehidupan akademik, lingkungan FISIP, program studi, organisasi, serta berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

Seluruh rangkaian tersebut sejalan dengan semangat “UNILA Next Gen: Grow, Connect, Impact”.

Grow berarti mahasiswa harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Connect berarti mahasiswa harus membangun relasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Impact berarti ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat menghasilkan manfaat serta dampak positif bagi masyarakat.

Kesimpulan

PKKMB FISIP Unila Hari Keempat menjadi tahap akhir pengenalan kehidupan kampus yang membawa mahasiswa lebih dekat dengan program studi dan lingkungan jurusan. Mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk aktif membaca, menulis, meneliti, mengikuti perkembangan isu sosial, serta mengembangkan diri melalui organisasi.

Sebagai mahasiswa FISIP, kemampuan akademik harus diimbangi dengan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan tidak hanya berguna untuk mendapatkan gelar, tetapi juga dapat digunakan untuk memahami dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

Dengan demikian, rangkaian PKKMB menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Lampung dan mewujudkan semangat Grow, Connect, Impact.

20

Subscribe newsletter

Dapat email setiap kali Review Materi PKKMB Unila day 1-4 publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.

Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.

Komentar (0)

Memuat komentar…

    Tentang Penulis

    Review Materi PKKMB Unila day 1-4

    Lihat semua artikel →

    Topik Serupa

    Bacaan Lain di Blog Unila

    Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.